">Tips Menentukan Perpaduan Warna Dalam Percetakan

Tips Menentukan Perpaduan Warna Dalam Percetakan

Jasa Percetakan Cetak Buku dan Cetak Majalah – PENTASGRAFIKA

Dalam dunia percetakan, warna adalah komponen sangat penting dalam keindahan hasil desain kita.
Perpaduan warna yang salah menyebabkan tidak menariknya desain kita bahkan menyebabkan pelanggan kita lari.
Bagi para pekerja desain atau percetakan yang sudah mahir, perpaduan warna bukanlah hal yang sulit karena dengan jam kerja dan pengalaman yang tinggi, membuat mereka memiliki intuisi yang kuat dalam menentukan warna.
Yang jadi permasalahan adalah bagi kita yang newbe alias baru merintis dalam dunia percetakan, membuat perpaduan warna dalam desain kita merupakan hal yang lumayan sulit.
Pengalaman saya pribadi untuk membuat spanduk, menentukan warna font yang cocok dengan baground terkadang menghabiskan waktu yang lama.
Kali ini saya mau berbagi sedikit tips dalam memadukan warna supaya kita para newbe bisa dengan mudah menentukan warna yang cocok bagi desain kita.
Bersyukurlah ada web yang memudahkan kita untuk menentukan komposisi warna dengan mudah.

Paletton.com merupakan web penyedia layanan untuk mempermudah menentukan warna yang cocok dalam desain kita.
Seteleh kita membuka web tersebut kita disuguhkan lingkaran warna, dengan memilih warna yang kita inginkan maka disebelah kirinya terdapat referensi warna yang cocok dengan warna dasar yang kita gunakan.
Fasilitasnya bisa kita gunakan untuk perpaduan sampai 4 (empat) warna sekaligus.

Tips Menentukan Komposisi Warna yang Tepat

Warna adalah salah satu komponen yang paling penting dalam pembuatan desain.
Apabila sembarangan dalam pemilihannya, kemungkinan gagal menghasilkan desain terbaik sangatlah besar.
Dibutuhkan pemikiran yang cerdas dalam menentukan komposisi warna yang tepat demi mendapatkan desain yang epik dan profesional.
Ingat, bahwa warna yang dipilih akan mencerminkan pula kepribadian desainernya.

Apa yang Harus Diperhatikan oleh Desainer?

Ketika konsep bidang pada desain sudah matang, maka hal selanjutnya yang harus difikirkan adalah pewarnaan. Sebelum memulai pewarnaan, desainer harus memahami beberapa hal yang akan diuraikan di bawah ini:

1. Audiens

Dalam membuat suatu desain pastilah ada tujuan dan sasaran diperuntukan untuk apa karya desain tersebut.
Penyesuaian komposisi warna sesuai dengan audiens sangatlah penting.
Jika yang ditargetkan adalah anak-anak, maka perlu untuk memadukan warna-warna cerah.
Sehingga desain yang tercipta akan terlihat playful dan colorful. Untuk keperluan resmi, pilih warna yang tegas, tidak mencolok, dan dinamis.

2. Roda Warna

Roda warna atau cakram warna merupakan media yang dapat membantu desainer dalam memadu padankan warna.
Dari ketiga warna pokok merah, kuning, dan biru apabila saling dikombinasikan maka akan terciptalah warna lain.
Misalnya merah dan biru akan menghasilkan warna ungu, warna kuning dan merah akan menghasilkan warna orange, kombinasi warna biru dan kuning akan menciptakan warna hijau, dan sebagainya.

3. Pahami Sifat Warna

Seorang desainer harus memiliki pengetahuan tentang sifat komposisi warna yang meliputi value, hue, dan saturation.
Value menunjukkan tingkat keterangan warna dengan skala hitam putih.
Hue adalah bagian yang menunjukkan variasi warna cerah seperti merah, hijau, kuning,dan biru (warna pelangi).
Sedangkan Saturation memperlihatkan kekuatan atau intensitas warna, semakin terang warna maka semakin kuat saturasinya.

4. Kombinasi warna dan tekstur

Penggunaan tekstur dalam sebuah desain dapat memberikan warna tersendiri dan menghasilkan visual yang lebih menonjol serta berkarakter.
Tekstur satu warna akan membantu dalam menyeimbangkan kontras suatu objek.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pengkombinasiannya adalah tingkatan halus dan kasarnya.
Pemilihan tekstur yang asal-asalan akan membuat keduanya tidak selaras.

Apa yang Harus Dihindari oleh Desainer?

Dalam konsep pewarnaan, ada beberapa bab yang harus dihindari.
Hal ini bertujuan agar desain yang diciptakan terlihat sempurna dan hidup.
Sebagai desainer, jangan sampai Anda melakukan hal-hal seperti berikut ini:

1. Bersifat Subjektif

Jangan pernah sekalipun Anda melibatkan emosi yang berlebihan dalam karya Anda.
Bukan sebab Anda menyukai warna tertentu lantas membuat Anda selalu menerapkannya dalam karya desain yang Anda kerjakan.
Bukan karena Anda sedang dalam suasana hati tidak baik pula yang menjadikan warna desain Anda menjadi sendu dan muram.

2. Penggunaan Murni Warna Primer Saja

Untuk tema tertentu, menggunakan warna primer saja mungkin bisa.
Akan tetapi untuk sebagian besar desain, penggunaan warna primer saja akan memberikan kesan monoton dan kurang menarik.
Misalnya sebuah logo berwarna merah, berikan pula sentuhan warna orange atau semburat jingga.
Apabila berwarna biru, gradasikan dengan biru muda atau berikan variasi dengan warna merah muda.

3. Warna, Latar Belakang, dan Tulisan Tidak Disesuaikan

Desain yang baik, pepaduan warna yang diterapkan harus selaras dengan latar belakang maupun tulisan.
Jangan sampai terjadi “bentrok warna” dan menutupi tulisan.
Apabila hal ini terjadi, Anda akan dinilai tidak profesional dan tujuan pembuatan desain pun tidak akan tersampaikan.
Warna tulisan sebaiknya meredam latar belakang. Agar mudah, pilih warna netral atau pastel untuk latar belakangnya.

Anda juga bisa mengikuti Artikel PENTAS GRAFIKA melalui Social Media di Facebook, Twitter atau Channel Youtube.