">Percetakan Buku Lesu Opsi Bertahan - PENTASGRAFIKA.com

Percetakan Buku Lesu Opsi Bertahan

Percetakan PENTAS GRAFIKA – Jakarta

Industri grafika nasional menilai bisnis packaging memiliki prospek yang cerah di masa depan dibandingkan dengan percetakan buku dan majalah.

Penurunan tren penjualan di bisnis percetakan buku dan majalah membuat industri grafika yang telah memiliki mesin printing berupaya mencari opsi lain untuk bertahan.

Salah satu upaya tersebut yakni berinvestasi kepada mesin digital printing dengan teknologi terbaru untuk memudahkan memproduksi berbagai desain packaging (kemasan) yang dibutuhkan oleh industri kreatif.

Bisnis Percetakan Buku Lesu, Bisnis Kemasan Cerah

Ahmad Mughira Nurhani, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia,

menyampaikan jika bisnis percetakan di masa depan akan didominasi oleh bisnis ofset untuk kebutuhan kemasan.

Teknologi saat ini dinilai sudah menunjang industri grafika untuk beralih ke bisnis kemasan.

“Saat ini sedang masa transisi untuk mencari core bisnis grafika.

Bisnis kemasan menjadi salah satu pilihan yang menjanjikan karena selalu menunjukan tren pertumbuhan yang positif setiap tahunnya,” kata Ahmad ketika dihubungi Bisnis, Minggu (27/8/2017).

Dia menilai pendapatan bisnis percetakan buku dan percetakan majalah pada semester pertama tahun tidak mengalami perubahan drastis dibandingkan dengan periode sama pada 2016.

Minat terhadap bahan bacaan yang merupakan core bisnis industri grafika di masa sebelumnya mulai tergantikan oleh smartphone di era digitalisasi.

Head to head dengan smartphone dirasa sulit, sehingga akan lebih fokus untuk mengembangkan bisnis kemasan.

Peluang di bisnis tersebut masih terbuka luas dan berpotensi meningkat setiap tahunnya,” imbuhnya.

Menurut data International Data Corporation (IDC), bisnis grafika secara global diperkirakan US$9 miliar pada tahun ini. Sedangkan pada 2020, nilai industri ini diproyeksikan mampu mencapai US$47,2 miliar.

Sementara itu, menurut data Badan Pusat Statistik, industri grafika di Indonesia juga mengalami kenaikan, dimana industri penerbitan tumbuh 14,9%, industri packaging naik 13,2%, dan periklanan 12,1%.

Percetakan Buku Tak Menjanjikan

Menurut Ahmad, walaupun industri penerbitan tercatat mengalami pertumbuhan pada tahun ini, namun belum berarti dapat terus menjadi bisnis yang menjanjikan pada masa yang akan datang,

sehingga para pelaku bisnis harus pandai melihat semua potensi yang ada.

“Saat ini sudah banyak yang berpindah ke bisnis kemasan, namun tidak semuanya karena masih terkendala oleh sumber daya manusia dan investasi,” kata Ahmad.

Ahmad menyampaikan, untuk bisnis di bidang kemasan tidak memerlukan investasi yang besar.

Dia menghitung untuk investasi di bidang kemasan hanya memerlukan dana sekitar US$1 juta untuk tipe produksi yang kelas menengah dan US$10 untuk lini produksi yang lebih lengkap.

“Investasi senilai US$10 juta terbilang sudah mewah untuk industri kemasan. Saat ini cost terbesar hanya di mesin, bagaimana pintar industri grafika memilih teknologinya saja,” ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Sales Manager for Graphic Art PT FujifilmIndonesia, Siti Rohani Hendrawan menyampainkan saat ini penjualan mesin digital printing perusahaannya masih mencatatkan pertumbuhan. Penjualan mesin digital printing Fujifilm saat ini mencatatkan kenaikan sebanyak dua digit secara value.

“Paruh pertama tahun ini masih mencatat pertumbuhan sebanyak double digit.

Hal ini ditunjang oleh berbagai pembaruan teknologi yang diterapkan berbagai produk terbaru dari kami,” kata Siti kepada Bisnis, Jumat (25/8/2017).

Menurutnya, salah satu yang membuat penjualan perusahannya terus naik adalah inovasi yang dikembangkan Fujifilm sesuai dengan kebutuhan pasar.

Berbagai produknya dapat mencetak gambar tidak hanya dengan media kertas namun berbagai komoditas lainnya.

“Kami telah memperhitungkan bisnis di masa depan percetakan akan seperti apa.

Kami menilai media bagi printing tidak hanya sebatas kertas atau spanduk.

Produk kami telah bisa mencetak desain gambar ke berbagai media lain seperti kayu dan kaca,” katanya.