">Mulai Usaha Penerbitan Buku - PENTASGRAFIKA.com

Mulai Usaha Penerbitan Buku

Percetakan PENTAS GRAFIKA – Jakarta

Melihat majalah dan surat kabar sekarang mulai tergantikan oleh media informasi daring, apakah buku cetak juga akan tergeser oleh versi digital?

Terlepas dari sebuah ironi bahwa penduduk Indonesia masih memiliki minat sangat rendah untuk membaca buku,

data dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) menyodorkan jumlah 14,1 triliun Rupiah sebagai pangsa pasar bisnis buku di Tanah Air.

Salah satu model bisnis yang menyambut hangat peluang ini adalah penerbitan mandiri (indie).

4 Langkah Cara Mulai Usaha Penerbitan Buku “Indie”

Penerbit indie muncul untuk memudahkan para penulis pemula untuk memegang karyanya dengan lebih cepat dan proses yang tidak serumit penerbit mayor.

Sebagai gambaran, naskah di penerbit mayor bisa mengendap tiga bulan untuk mendapat keputusan akan digodok atau tidak menjadi sebuah buku.

Belum lagi proses penyuntingan yang bisa mencapai satu tahun.

Royalti yang diterima pun persentasenya tergolong kecil, meskipun karya akan dicetak mulai dari 3.000 eksemplar per edisi.

Lain halnya dengan penerbit indie, di mana penulis akan melalui proses lebih pendek, dalam waktu sebulan saja buku bisa siap dipasarkan.

Memang, penerbit indie biasanya mencetak sesuai jumlah pesanan (print on demand) melalui sistem pre-order (PO).

Namun, ada penerbit indie yang menawarkan royalti lebih dari separuh harga buku!

Biasanya yang seperti ini, penulis harus merogoh kocek terlebih dahulu untuk pengurusan beberapa hal,

seperti desain sampul, tata letak, hingga pengurusan nomor International Series Book Number (ISBN) di Perpustakaan Nasional.

Penerbitan indie menjadi lahan bisnis menjanjikan.

Apalagi maraknya platform menulis daring berisi penulis-penulis pemula yang juga mencari kesempatan menerbitkan buku-buku mereka dengan harga terjangkau tanpa direpotkan proses panjang.

Beberapa hal perlu Anda persiapkan jika berminat untuk mendirikan sebuah penerbitan indie di antaranya :

1. Bentuk Perusahaan

Perusahaan Anda wajib berbadan hukum, bisa CV dan lebih disukai berbentuk PT.

Bentuk perusahaan ini menjadi syarat ketika Anda akan mengajukan pengurusan nomor ISBN.

Buku yang memiliki nomor ISBN memiliki reputasi dan tingkat kepercayaan yang lebih baik, meskipun datang dari penerbitan mandiri.

2. Sumber Daya Manusia

Era pekerja lepas (freelancer) menjadi solusi bagi Anda yang belum mampu menggaji banyak karyawan tetap.

Beberapa posisi seperti penyunting naskah, penata letak, dan desainer grafis bisa dikerjakan secara paruh waktu, meskipun lebih baik jika Anda punya pegawai tetap untuk menjadi penyelia.

Proyek pun bisa dikerjakan secara remote dengan memanfaatkan teknologi surel dan chat sebagai sarana komunikasi.

3. Dukungan Teknologi Digital

Penguasaan dunia digital menjadi sebuah keharusan menghadapi dunia bisnis yang penuh disrupsi dan sangat dinamis seperti saat ini.

Anda wajib bisa menggunakan media sosial sebagai saluran pemasaran, baik untuk promosi buku maupun branding penerbitan Anda.

Pahami tren literasi yang diminati oleh target pasar Anda, supaya buku yang diterbitkan dan dipasarkan memang memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumen.

Jika pangsa pasarnya baik, Anda dapat melirik pula menerbitkan buku dalam versi digital, selain versi cetak.

4. Pentingnya Percetakan Berkualitas

Mutu cetak buku menjadi sangat krusial bagi usaha penerbitan.

Lebih disarankan jika Anda menyisihkan modal untuk memiliki mesin cetak sendiri.

Jika tidak, Anda perlu mencari jasa percetakan dengan memperhitungkan biaya yang mampu memberikan keluaran cetak yang sesuai standar Anda.

Pengawasan pun harus dilakukan untuk memastikan produksi buku tidak “bocor” dan ada cetakan ilegal yang keluar dari percetakan tersebut.

Pertahankan kualitas dan reputasi buku cetakan Anda dengan menghindari plagiasi serta selektif memilih naskah yang diterbitkan.

Pantau pula sepak terjang para penulis yang bekerja sama dengan Anda.

Menjalin hubungan dengan komunitas menulis tepercaya juga akan menguntungkan bagi Anda, baik dari segi pemasukan naskah dan membantu meningkatkan penjualan buku.

Sudah siapkah Anda membangun penerbitan mandiri segera?

 

Anda juga bisa mengikuti Artikel PENTAS GRAFIKA melalui Social Media di Facebook, Twitter atau Channel Youtube.