">Koran Beri Kecepatan Data dan Informasi - PENTASGRAFIKA.com

Koran Beri Kecepatan Data dan Informasi

Percetakan PENTAS GRAFIKA – Jakarta

Di tengah arus industri media yang berkembang pesat dan penyebaran informasi di media sosial, masyarakat dihadapkan pada situasi yang tidak mudah dalam memilih informasi yang valid.

Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, di tengah gempuran informasi yang pesat tersebut, media cetak atau koran dianggap masih bisa diandalkan menjadi rujukan.

“Koran sebagai salah satu media rujukan utama masyarakat, terus dituntut mampu menyuguhkan ragam kecepatan informasi, akurasi data, dan memberikan edukasi kepada masyarakat,”

ujar Adi saat dihubungi SINDONEWS, Kamis (7/12/2017).

Koran Dituntut Mampu Suguhkan Ragam Kecepatan Data dan Informasi

Adi mengatakan, meski tak mudah untuk bertahan, koran diharapkan terus berdiri di atas nilai utama jurnalisme, yakni objektif.

Menurutnya, koran bukan semata mengejar target dan kecepatan informasi, namun objektifitas seringkali diabaikan.

Malahan katanya, informasi yang diitampilkan adalah kabar simpang siur, serupa gosip, dan serupa kabar burung lainnya yang sulit dikonfirmasi kebenerannya.

“Eksistensi koran terletak pada objektivitas yang disuguhkan berdasarkan realitas sosial, politik, ekonomi, hukum, dan budaya yang ada.

Bukan berita yang hanya didasarkan pada praduga tak menentu,” pungkasnya.

Media online memungkinkan semua jenis berita dapat dengan mudah masuk dan dapat dilihat secara bersamaan.

Kita tidak perlu membutuhkan media yang secara fisik akan susah dibawa kemana-mana seperti televisi.

Hanya dengan meng-klik salah satu situs berita online, kita dapat menonton video berita tersebut.

Perkembangan ini terjadi di seluruh dunia, Indonesia pun turut mengalaminya.

Kemunculan media online mampu mengalahkan media cetak, akan tetapi jika ditelaah lebih dalam sesungguhnya media cetak mampu menyajikan berita yang lebih akurat, lengkap, dan mendalam

karena wartawan dan editor (redaksi) memiliki waktu lebih panjang untuk mengecek kebenaran, akurasi, dan informasi latar (background information)

untuk kelengkapan berita dibandingkan dengan berita di media online.

Karena melewati beberapa proses yang rumit, karya jurnalistik cetak lebih dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan dari segi kredibilitas dan akuntabilitasnya dibandingkan dengan media online.